Studi Kasus YouTube | Melibatkan Pemirsa

Recomended


Studi Kasus YouTube | Melibatkan Pemirsa - Umumnya, pembuat video di YouTube, hanya memikirkan kualitas videonya saja. Memang itu juga penting. Tapi ada hal yang penting lainnya, salah satunya melibatkan pemirsa di video yang Anda unggah.

Studi Kasus YouTube | Melibatkan Pemirsa

# Apa maksudnya melibatkan pemirsa?

Melibatkan pemirsa, sama dengan kita berinteraksi dengan penonton video kita. Itu artinya, pemirsa bisa ikut andil dalam proses pembuatan video kita berikutnya. Dengan saran atau kritikan yang mereka tulis di kolom komentar, itu akan membuat kita berfikir bagaimana video berikutnya?

Ada beberapa faktor penting dalam melibatkan pemirsa untuk pencitraan channel kita. Salah satunya, kita atau pemirsa akan merasa lebih dekat dan saling mengenal. Jadi kedepannya, mereka akan terus tertarik pada video yang kita unggah.

# Ajak pemirsa untuk berkomentar

Cara terbaik untuk melibatkan pemirsa adalah dengan mengajak mereka untuk berkomentar di video kita. Hal ini tujuannya untuk memberi tahu mereka, bahwa Anda sangat menghargai mereka dan ingin lebih dekat dengan mereka. Ajak mereka berkomentar, artinya Anda meminta saran dari pemirsa Anda. Karena yang menonton video Anda adalah mereka, dan yang menikmatinya juga mereka. Jadi sangat penting bila Anda meminta pemirsa untuk berkomentar.

# Komentar seperti apa yang penting untuk video?

Meskipun banyak pemirsa yang berkomentar di video Anda, bukan berarti Anda berhasil melibatkan pemirsa dengan benar. Karena banyak macam jenis Komentar yang akan Anda dapatkan pada video Anda. Contohnya:
  • komentar kritik dan saran
  • komentar pertanyaan
  • komentar spam 
  • dll

Dari berapa komentar tersebut, yang di sebut sukses dalam melibatkan pemirsa adalah komentar kritik dan saran, dan juga komentar pertanyaan. Karena dua jenis Komentar tersebut sudah mampu membuat ketertarikan pemirsa ke video Anda.

Jika sudah seperti itu, tanggapi komentar mereka secara langsung atau buat segmen tanya jawab pada video Anda berikutnya. Itu akan sedikit meringankan beban Anda dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan pemirsa Anda. Dan juga pemirsa akan merasa lebih dekat dengan Anda. Lebih sering Anda membuat segmen tanya jawab untuk pemirsa Anda, semakin dekat Anda dengan mereka. Dan mereka akan semakin mencintai channel Anda.

# Streaming Live

Sesekali melakukan siaran langsung, guna memberi tahu pelanggan bahwa Anda ingin berinteraksi secara langsung dengan mereka. Hal ini akan memberi daya tarik tersendiri untuk pemirsa lama, maupun baru. Karena ketika membuat siaran langsung, komunikasi Anda dengan pemirsa bisa lebih cepat di sampaikan.

# Beri pesan terakhir pada video

Pesan terakhir pada video. Maksudnya, di akhir video Anda, berilah sedikit pesan untuk menyampaikan perasaan Anda pada pemirsa. Pesan seperti apa? Pesan seperti meminta like, subscribe, share, dan komen. Pesan seperti ini juga sering sekali Anda temui pada video populer lainnya, bukan? Karena pesan ini memang patut Anda taruh pada akhir video Anda.

Tujuannya apa? Mungkin pesan ini tidak relevan dengan pemirsa yang tidak menyukai video Anda. Tapi ini penting bagi pemirsa yang menyukai video Anda. Karena mereka akan tahu, bahwa mereka harus bagaimana menanggapi video kalian? Apakah cukup di like? Atau ingin berlangganan juga? Mungkin ingin share ulang? Atau ingin berkomentar? Itu akan memberi mereka pilihan pada video Anda.

Banyak YouTuber yang berbeda pendapat mengenai pesan di akhir video tersebut. Bahwasanya, kita tidak perlu memberi pesan pada akhir video. Karena, meskipun tidak memberi pesan apa-apa, jika pemirsa suka, mereka akan tahu sendiri harus bagaimana? Dan mengenai hal ini, saya pun membuktikannya dari percobaan saya sendiri dan memahami perilaku pemirsa YouTube.

# Penting tidak penting memberi pesan di akhir video

Saya mencoba membuat penelitian mengenai pentingnya memberi pesan di akhir video (please subscribe, like, share, and coment!). Awalnya saya pun berpikir bahwa hal ini sangat berdampak baik untuk menumbuhkan jumlah pemirsa dan subscriber. Tapi setelah di pikir-pikir lagi, apakah ini efisien?

Logikanya, orang yang menekan tombol like, itu karena mereka memang suka atau sebatas menghargai. Tidak jauh beda dengan orang yang memilih berlangganan. Mereka berlangganan, karena memang tidak mau ketinggalan video terbaru dari channel favorite nya.

Lalu bagaimana dengan yang share ulang? Saya tanya ke diri Anda. Apakah Anda pernah membagi ulang sesuatu milik orang lain? Alasannya apa? Pasti karena suka dan berpikir bahwa orang lain perlu tahu juga, kan?

Nah, itu artinya meski kita tidak memberi pesan di akhir video pun, mereka akan tetap menentukan tindakan pada video kita. Karena merekalah yang berhak menentukan. Sedangkan kita, tugasnya memberi tontonan yang menghibur untuk mereka.

Hal ini juga saya buktikan pada channel uji coba saya. Jadi saya buat channel baru, dan video-videonya dari CC. Tanpa ada pesan di akhir video pun, bisa mendapatkan subscriber. Dan lebih cepat dari pada channel utama yang kadang-kadang ada pesan di akhir videonya.
Baca juga : Studi Kasus YouTube | 4 Manfaat Kolaborasi
Nah, itu jadi bukti juga. Bahwa dalam mendapatkan subscriber, sebetulnya yang perlu di perhatikan adalah videonya. Apakah bisa menghibur banyak pemirsa, atau kebalikannya? Jadi, kualitas video lah yang berpengaruh besar dalam mendapatkan subscriber.

Lalu, penting tidak memberi pesan di akhir video? Jawabannya, tidak bisa saya katakan. Karena dari studi yang saya jalani, keduanya memang berpotensi mendatangkan pemirsa baru dan subscriber. Semoga bermanfaat..

Untuk berlangganan 'Artikel Terbaru Via E-mail', silahkan masukan e-mail anda di bawah ini :

0 Response to "Studi Kasus YouTube | Melibatkan Pemirsa "

Posting Komentar

Ada Pertanyaan atau Komentar? Silahkan sampaikan disini, InsyaAllah admin kami akan segera meresponnya.