Mendongkrak Pendapatan YouTube dengan Memanfaatkan Jenis Iklan

Recomended


Mendongkrak Pendapatan YouTube dengan Memanfaatkan Jenis Iklan Yang Tayang - YouTube masih menjadi pilihan alternatif untuk mendapatkan penghasilan dari Google AdSense. Dimana hanya dengan meng-Upload konten berbasis video yang Anda suka. Anda bisa menyalurkan hobi dalam membuat video yang kreatif dan unik di YouTube. Lalu, Anda akan di bayar per seribu tayangnya. Syaratnya akun atau Chanel YouTube Anda harus bereputasi baik, agar bisa Anda monetisasi (monetize).

Mendongkrak Pendapatan YouTube Dengan Memanfaatkan Jenis Iklan Yang Tayang
Selain per seribu tayang, Anda juga bisa mendapat bayaran dari pengunjung setiap pengunjung mengklik iklan yang muncul di video Anda saat dalam tontonan pengunjung. Tentunya untuk mendapatkan bayaran per klik, akun atau Chanel Anda harus sudah di kaitkan dengan Google AdSense. Untuk mengaitkan Chanel Anda dengan AdSense, Anda bisa lihat disini.

Fungsi AdSense untuk YouTube Anda sangatlah penting. Karena meski tanpa AdSense Anda tetap bisa di bayar, namun untuk mendapatkan bayarannya, Anda harus memiliki akun AdSense. Artinya AdSense dan YouTube harus berkaitan. Ini sudah di jelaskan oleh pihak Google nya sendiri. Dan untuk memastikannya, Anda bisa baca ini Support Google: ikhtiar penghasilan YouTube.

Untuk lebih jelasnya, penghasilan Anda akan di hitung oleh analitik YouTube, dan kemudian akan di akumulasi kan ke akun AdSense Anda, sebelum tanggal 15 bulan berikutnya. Sekaligus Anda akan langsung bisa di bayar, jika penghasilan YouTube Anda sudah di ambang batas pembayaran.

Lalu, bila dari YouTube nya sudah di bayar, kenapa mesti di kaitkan dengan AdSense? Jawabannya seperti yang sudah saya sebutkan di atas. Tapi untuk lebih jelasnya, saya akan berikan gambaran sedikit.

Jadi, setelah Anda memonetisasi Chanel Anda, itu artinya Anda sudah mengijinkan Google menayangkan iklan mereka di video Anda, saat dalam tontonan pemirsa. Iklan google yang di maksud adalah, para pengiklan yang sudah mengiklankan produknya melalui Google AdWords. Google AdWords inilah sumber penghasilan Google. Gambaran besarnya, Anda mempunyai sebuah produk. Dan ingin menampilakannya di Google, maka Anda perlu mendaftarkan diri Anda dan produk Anda di Google AdWords.

Nah, supaya produk Anda bisa di iklankan oleh Google, maka Google membutuhkan publisher yang bersedia menayangkan produk Anda di situs mereka (yang sudah terdaftar menjadi mitra AdSense). Untuk itulah AdSense di lahirkan dan di akuisisi oleh Google. Jadi nantinya, publisher akan mendapatkan bagi hasil dengan Google. Sedangkan bayarannya dari si pengiklan yang sudah mendaftar dan membayar di Google AdWords.

Dari penjelasan di atas, sudah sangat jelas bahwa penghasilan Anda selama bermain YouTube adalah dari pengiklan yang sudah mengiklankan produknya di Google. Terus bagaimana proses pendapatan dari iklan itu? Jawabannya sudah saya suratkan di atas. Yaitu melalui seribu tayang iklan yang muncul, dan klik iklan.

Jadi nantinya ketika iklan yang ada di video Anda muncul atau ada yang mengklik, maka akan langsung di hitung oleh analitik YouTube dan nantinya akan di akumulasi kan oleh Google AdSense, setiap tanggal 15 pada bulan selanjutnya. Misal, Anda mengaitkan AdSense pada tanggal 1 Januari, maka penghasilan di AdSense Anda akan muncul pada tanggal 15 bulan Februari. Artinya, selama satu bulan itu Anda hanya akan melihat angka $0 di penghasilan tertaksir di akun AdSense anda. Kecuali tampilan laman dan lainnya.

Berbicara pendapatan melalui iklan yang muncul, maka Anda perlu strategi untuk memaksimalkan pendapatan YouTube Anda di Google AdSense. Caranya dengan memahami kinerja iklan yang muncul di tayangan video Anda. Iklan mana yang menurut Anda mempunyai peluang membuat pendapatan YouTube Anda melonjak, maka Anda bisa memilih iklan tersebut. Sebaliknya, jika ada iklan yang menurut Anda kurang produktif, Anda bisa menonaktifkan nya.
Baca juga : Metode Promosi Kamuflase untuk Mendongkrak Trafik Blog atau YouTube

Untuk itu, pada kesempatan kali ini saya ingin menjelaskan sifat-sifat iklan yang muncul di video Anda yang Anda unggah di YouTube, dan tentunya untuk membantu meningkatkan pendapatan YouTube Anda. Berikut penjelasannya.

1. Non-skippable in-stream ads

Non-skippable in-stream ads adalah jenis iklan sela yang tidak dapat diabaikan. Maksudnya pemirsa yang melihat iklan ini tidak dapat meloncati iklan ini. Dengan kata lain pemirsa harus menonton iklan ini sampai habis. Iklan ini biasa tampil pada awal sebelum video utama tayang, di pertengahan pemutaran video, dan di akhir video.

Jika iklan ini tampil pada akhir video, mungkin nggak masalah dengan tayangan video Anda. Namun imbasnya iklannya tidak di lihat oleh pemirsa (di abaikan). Berbeda bila tayang di awal video. Ada kemungkinan iklan akan di tonton pemirsa. Namun, jika iklannya tidak menarik dan pemirsa merasa terlalu lama membuang waktu untuk menonton iklan tersebut, maka efek negatifnya pada tayangan video Anda. Lain halnya bila tayang pada pertengahan pemutaran video. Mungkin yang di dapat 50:50. Tapi kemungkinan durasi tayang video Anda tidak efektif.

Durasi iklan video ini bisa sampai 15-30 detik, dan kadang Unit iklan pengiring yang berukuran 300x60 biasanya ditampilkan bersama video Anda yang menampilkan iklan sela tersebut. Iklan sela ini dijual berdasarkan CPM, dan dapat menghasilkan CPM yang lebih tinggi dibandingkan format iklan lain di YouTube. Perhatikan bahwa selain iklan sela yang tidak dapat diabaikan dapat menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan format iklan lainnya, iklan sela ini juga memiliki rasio pengabaian yang lebih tinggi, seperti yang saya jelaskan tadi. Tidak semua Mitra YouTube mendapatkan jenis iklan ini, anda harus mengaktifkannya terlebih dahulu.

2. TrueView in-stream ads

TrueView Dalam-aliran adalah iklan yang muncul pada saat streaming. Maksudnya, sifat iklan ini akan tampil pada awal atau di pertengahan video saat dalam tontonan pemirsa. Biasanya iklan ini berdurasi selama 5 detik. Dan pemirsa dapat melewati atau menonton penuh iklan tersebut. Meskipun hampir sama dengan iklan yang pertama tadi di bahas, yang membedakannya adalah iklan ini bisa di lewati pemirsa. Sedangkan iklan non skippable tidak bisa di lewati. 

Meski begitu, jenis pembayaran yang ditentukan iklan jenis ini ialah. Pengiklan hanya ditagih jika pemirsa menonton iklan selama 30 detik atau menonton seluruh iklan, iklan mana saja yang lebih pendek. Tidak ada panjang maksimum untuk iklan DalamStreaming TrueView. Artinya Anda hanya akan mendapat bayaran dari iklan jenis ini ketika pemirsa melihat iklan ini sampai selesai (tidak di skip setelah 5 detik).

3. Overlay in-video ads

Jenis Iklan ini merupakan iklan hamparan transparan yang muncul di bawah video mitra YouTube. Dengan Anda mengaktifkan jenis iklan ini berarti Anda telah mengijinkan Google untuk menayangkan iklan di bawah video Anda (biasanya setelah 15 detik pertama video di tonton). Iklan ini di hitung berdasarkan klik dari pemirsa. Dengan kata lain, meski iklan ini tayang berkali-kali pada video Anda, namun tidak ada yang mengklik, maka Anda tidak akan mendapat bayaran dan pengiklan tidak dapat tagihan pembayaran. Jadi, Anda akan di bayar ketika ada yang mengklik iklan tersebut. Harga yang di tawarkan bervariasi. Google sendiri tidak bisa menyebutkan.

4. Display ads

Ini adalah jenis iklan default dan yang menghasilkan paling rendah. Biasanya iklan ini di tampilkan di seluruh area situs, kecuali di Beranda. Iklan ini berukuran 300x250 yang muncul di sebelah kanan video unggulan dan di atas daftar saran video. Iklan tampilan ini biasanya muncul sebagai pengiring iklan hamparan Dalam Video atau sebagai iklan yang berdiri sendiri. Iklan ini juga paling banyak dihitung berdasarkan klik. Jadi, iklan ini sifatnya seperti pelengkap saja.

Dan dari empat sifat iklan yang sudah di jelaskan di atas, sekarang Anda bisa menentukan jenis iklan apa yang layak tampil di video Anda. Dan tentunya Anda juga harus memikirkan tayangan video Anda sendiri di bandingkan tayangan iklan. Karena basicnya, pemirsa ingin menonton video Anda. Jadi anggaplah iklan hanya sebagai variasi dalam video Anda (bukan video utama). Karena Anda tidak membuat video iklan, kan?

Nah untuk itu, perhatikan secara seksama iklan jenis apa yang layak di tampilkan. Pikirkan perasaan pemirsa! Bayangkan jika Anda menjadi pemirsa, bagaimana bila Anda ingin menonton video, namun Anda terhalangi iklan yang kurang berkenan di hati Anda? Jangan pusingkan soal iklan! Karena Anda juga akan di bayar berdasarkan CPM, tayangan video, dan lain-lain. Anggap iklan hanya pendapatan bonus atas video yang Anda buat untuk pemirsa setia Anda. Yang terpenting bagaimana membuat pemirsa Anda betah menonton video Anda, dan tidak terganggu oleh iklan anda.

Mendongkrak Pendapatan YouTube Dengan Memanfaatkan Jenis Iklan

Catatan: Pemirsa biasanya akan memaklumi iklan yang tampil, bila mereka sudah menyukai video Anda dan berlangganan. Untuk itu, selain memaksimalkan iklan, Anda di tuntut untuk membuat pemirsa menyukai Anda dan video Anda.

Itulah cara Mendongkrak Pendapatan YouTube dengan Memanfaatkan Jenis Iklan Yang Tayang. Postingan ini hanya sebagai kiat dan saran saja. Anda bisa mengabaikan postingan ini, bila Anda merasa kurang berkenan dengan postingan ini. Semoga bermanfaat.

Untuk berlangganan 'Artikel Terbaru Via E-mail', silahkan masukan e-mail anda di bawah ini :

1 Response to "Mendongkrak Pendapatan YouTube dengan Memanfaatkan Jenis Iklan"

  1. JADI KALAU IKLAN YANG DILOMPATI KITA MENERIMA BAYARAN NYA PUN GAK SAMPAI IKLAN ITU HABIS DENGAN SENDIRINYA YA?

    BalasHapus

Ada Pertanyaan atau Komentar? Silahkan sampaikan disini, InsyaAllah admin kami akan segera meresponnya.